Minggu, 08 Januari 2017

Memaknai Valentine's Day

Cinta adalah sebuah perasaan alamiah yang diberikam oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, dan saling melengkapi satu sama lain. Cinta bermakna universal yang berarti tak merujuk pada cinta yang terjadi pada antara pria dan wanita saja melainkan kasih sayang yang diperuntukkan pada setiap makhluk hidup di bumi. Tak ada manusia yang dapat mencinta jika hanya keegoisan yang menguasai hati dan fikirannya. Berbicara tentang cinta pasti tak pernah ada topik yang surut dalam membicarakannya. Cinta, cinta dan cinta seolah tak pernah ada rasa bosan tuk membahasnya. Sebuah rona merah muda yang bernuansa kelembutan, hangat dan kenyamanan. 

Memaknai cinta sama halnya dengan memaknai kehidupan yang seyogyanya berjalan tak tentu arah, bagaimana cara kita mengendalikan cinta itu sendiri tanpa mengubanya menjadi racun yang mematikan diri kita sendiri. Para remaja setuju jika cinta adalah salah satu faktor yang tak bisa lepas dari kehidupan manusia yang identik dengan rasa empati dan kasih sayang.

Kasih sayang acap kali dimaknai sebagai sebuah rasa yang patut dijaga. Inilah yang menyebabkan beberapa negara di kalangan barat mengubah satu hari dalam 365 hari menjadi perayaan akan kasih sayang yang berlandaskan cinta tersebut. Hari iu bernama valentine’s day dimana orang-orang akan lebih menghabiskan waktu untuk berkumpul dan mencurahkan isi hati kepada orang-orang yang mereka kasihi dan juga mereka sayangi. Catat ya.. ada Promo Valentine 2017 di www.blanja.com, banyak barang-barang bertema Valentine tentunya dengan harga yang murah.
(foto: aviatornews.com)
Namun demikian, bagaimana memaknai itu sendiri  jika sebuah cinta hanya berdasar pada satu hari saja jikalau kasih sayang bukanlah sebuah perayaan melainkan tanggung jawab sebagai seorang manusia untuk membaginya bersama makhluk-makhluk di bumi. Valentine’s day bukanlah suatu hari yang harusnya dirayakan melainkan hari yang mestinya dimaknai sebagai wadah intropeksi diri mengenai cinta yang telah menorehkan luka pada masa lalu. Amatlah tak etis jika melambangkan cinta dan kasih sayang hanya dilihat dari simbolis valentine’s day ersebut karena mau bagaimanapun juga cinta berasal dari tuhan yang di anugerahkan penuh pada makhluknya tanpa mengenal kasta, status, derajat maupun harta. 

Oleh karena itu, ada baiknya menilai suatu hal dari setiap sisi yang berbeda bukan hanya dari jarak pandang semu yang terkadang membeberkan tindak negatif dalam setiap sisi yang ada pada diri manusia. Kehidupan tak jauh dari kesalahan maka tinggal bagaimana kita membawa sebuah kehidupan yang penuh dengan rajutan luka untuk kemudian hari menikmati manisnya bahagia di penghujung kisah kehidupan. 

0 komentar:

Poskan Komentar